Bali – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi langkah penting dalam memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi hijau melalui mekanisme perdagangan karbon internasional.
Pemerintah menilai kekayaan ekosistem mangrove Indonesia dapat menjadi modal strategis untuk menciptakan sumber pendanaan baru, memperluas investasi hijau, sekaligus menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat.
Gerakan nasional rehabilitasi mangrove kini terus diperkuat dengan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat. Program tersebut telah dilaksanakan secara serentak di 162 titik di 37 provinsi dengan melibatkan ribuan peserta.
“Penanaman mangrove dapat dikolaborasikan dengan kegiatan bisnis melalui mekanisme pasar karbon internasional. Aktivitas yang menghasilkan karbon dapat dikompensasi melalui pasar karbon, sehingga menghasilkan pendanaan yang cukup besar,” kata Jumhur.
Menurut Jumhur, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan pada umumnya. Keunggulan tersebut menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu solusi strategis untuk menekan emisi karbon sekaligus menarik investasi hijau.
Pemerintah juga tengah menghitung kontribusi sektor pemulihan lingkungan berbasis pasar karbon terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta potensi penyerapan tenaga kerja dalam beberapa tahun mendatang.
“Berdasarkan berbagai perhitungan yang kami lakukan, membangun Indonesia melalui pemulihan lingkungan dengan memanfaatkan mekanisme pasar karbon merupakan kegiatan usaha yang menguntungkan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menilai pengelolaan mangrove harus terus diperkuat karena memiliki fungsi ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir. Saat meninjau kawasan mangrove di Bali, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem tersebut sebagai penyangga kehidupan.
Karena mangrove adalah ginjalnya bumi, mampu menyaring limbah, polusi, sampah. Mangrove juga menahan abrasi air laut. Mangrove sumber kehidupan masyarakat, dari kepiting, ikan, udang yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Mari kita terus lestarikan mangrove Indonesia, ujar Rohmat.
Selain itu, Rohmat menegaskan pemerintah terus memperkuat program Perhutanan Sosial sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.
Jadi ini adalah peluang yang harus kita dorong ke depan bagaimana perdagangan karbon manfaatnya bukan hanya kepada swasta atau investor tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kawasan hutan, ujarnya.
[w.R]













Leave a Reply