Jakarta – Pemerintah memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan memperkuat skrining Tuberkulosis (TBC) nasional guna meningkatkan deteksi dini penyakit, mempercepat penanganan kasus, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa program kesehatan prioritas pemerintah terus menunjukkan hasil positif. Pada 2026, CKG telah menjangkau lebih dari 42,3 juta peserta di 38 provinsi dan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga tindak lanjut pengobatan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki penyakit tidak menular.
Tidak hanya berhenti pada deteksi dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan penyembuhan oleh petugas Puskesmas dengan pemberian obat dan monitoring secara gratis kepada masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes, ujar Seskab Teddy.
Selain memperluas layanan CKG, pemerintah juga memperkuat upaya penanggulangan TBC melalui integrasi skrining dengan layanan kesehatan primer. Program ini menjadi bagian dari PHTC kedua yang menitikberatkan pada peningkatan deteksi kasus secara aktif agar pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat dan efektif.
Semakin banyak yang terdeteksi maka semakin mudah dan cepat pula untuk diobati. Inovasi penanggulangan TBC tahun ini terdiri dari integrasi deteksi dengan CKG, layanan one-stop service atau OSS di mana pelayanan skrining, diagnosis, dan pengobatan TBC dilakukan di satu Puskesmas pada hari yang sama, imbuh Seskab Teddy.
Integrasi CKG dan skrining TBC diharapkan meningkatkan keberhasilan pengobatan, menekan penularan, serta memperkuat kewaspadaan kesehatan nasional, yang didukung melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas RSUD, khususnya di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil, guna memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Di tahun 2026, 14 dari 20 sudah mulai dibangun, dan di tahun 2027, masih ada 24 RSUD dalam perencanaan, lanjut Seskab Teddy.
Pemerintah mempercepat pemerataan layanan kesehatan melalui revitalisasi fasilitas kesehatan dasar guna memperkuat layanan primer hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Untuk rencana ke depan, Menkes juga melaporkan upaya untuk merevitalisasi RSUD di 514 Kabupaten/Kota beserta tata kelolanya dan juga program revitalisasi 10.000 Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kecamatan & kelurahan, pungkas Seskab Teddy.
Perluasan CKG, penguatan skrining TBC, pembangunan RSUD, dan revitalisasi fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem kesehatan nasional agar layanan kesehatan berkualitas semakin merata dan dapat diakses hingga pelosok Indonesia.













Leave a Reply