Kepualuan Riau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Implementasi program ini di berbagai daerah menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah mampu memberikan dampak langsung terhadap pengurangan pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Di Provinsi Kepulauan Riau, Program MBG tercatat telah menyerap sebanyak 9.601 tenaga kerja lokal hingga April 2026. Penyerapan tenaga kerja ini tersebar di 223 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di tujuh kabupaten dan kota. Kehadiran dapur-dapur tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai peran, mulai dari tenaga dapur hingga tenaga pendukung operasional.
Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, Syartiwidya, menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG membutuhkan puluhan tenaga kerja dengan beragam keahlian.
Masing-masing SPPG membutuhkan sekitar 40 hingga 50 relawan atau pekerja operasional, mencakup posisi seperti juru masak, tenaga logistik, kebersihan, pengemudi, serta didukung oleh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional program menjadi salah satu kunci keberhasilan MBG di daerah.
Menurut Syartiwidya, penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi indikator bahwa Program MBG mampu memberikan solusi konkret dalam menekan angka pengangguran.
Penyerapan tenaga kerja lokal ini menandakan Program MBG menjadi salah satu solusi konkret mengatasi angka pengangguran, selain berfokus pada pemenuhan asupan gizi penerima manfaatnya, katanya.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi keberhasilan implementasi program tersebut yang dinilai memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ia menilai MBG tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan sektor pertanian.
Program itu bukan hanya sekadar soal makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, ujarnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, Program MBG semakin memperkuat posisinya sebagai program unggulan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga berkontribusi dalam membuka peluang kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal.












Leave a Reply