Jakarta – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan kemandirian mereka. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pendampingan keluarga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat telah menjangkau anak-anak dengan latar belakang rentan, mulai dari anak jalanan hingga mereka yang terpaksa bekerja dan putus sekolah. Setelah mendapat pendampingan, para siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Ada yang sebelumnya tidak pernah sekolah, di jalanan menjadi pengamen, ada yang sudah putus sekolah dua tahun dan jadi pembantu, ada yang jadi kuli, kata Gus Ipul.
Menurutnya, sebagian anak yang dijangkau awalnya menghadapi persoalan kesehatan dan minim motivasi belajar. Bahkan, terdapat anak berusia 1718 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal dan belum bisa membaca sehingga membutuhkan pendampingan sebelum mengikuti pembelajaran.
Hingga kini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 44.000 anak. Capaian tersebut terdiri atas 93 sekolah permanen yang telah digunakan dan 89 sekolah rintisan, sementara pembangunan sejumlah fasilitas permanen terus dilanjutkan.
Penguatan karakter siswa juga dilakukan melalui kerja sama Kementerian Sosial dan Universitas Pertahanan dengan melibatkan 1.500 kadet sebagai kakak asuh. Selama dua pekan, para kadet mendampingi siswa membangun kebiasaan positif, seperti bangun tepat waktu, menjaga kebersihan diri, merawat barang pribadi, dan merapikan tempat tidur.
Kita harapkan kadet-kadet ini nanti yang melakukan pengabdian bisa menjadi model, ujar Gus Ipul.
Program ini turut mengintegrasikan pendidikan dengan layanan sosial, termasuk Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan, jaminan kesehatan, bantuan sosial, hingga perbaikan rumah keluarga siswa.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai Sekolah Rakyat memberi kesempatan luas bagi anak-anak dari kelompok ekonomi terbawah untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat ini memberi ruang luas kepada anak-anak ini. Anak-anak yang dari desil 1, desil 2, desil 3, desil 4, miskin ekstrem kan itu bisa bersekolah, kata Trubus.
Meski demikian, Trubus menilai sosialisasi program perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat mengetahui manfaatnya. Dengan akses pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan keluarga yang berjalan beriringan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)
![]()










Leave a Reply