Pengamat Politik Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Jadi Fondasi Penting Penguatan Pembangunan Nasional

Jakarta – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembangunan nasional. Berbagai program prioritas pemerintah dianggap menunjukkan arah kebijakan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi rakyat.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah pemerintahan Prabowo–Gibran merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Apa yang dilakukan Pak Presiden, capaian-capaian itu, merupakan bagian dari skema untuk menyejahterakan rakyat Indonesia dari ujung ke ujung, dari hulu ke hilir. Ini adalah bagian dari fondasi dasar untuk memastikan bangsa ini berada di arah yang tepat dan baik,” ujar Ujang dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi Nasional Rabu (21/10).

Menurutnya, sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Cek Kesehatan Gratis, hingga Koperasi Desa Merah Putih memiliki keterkaitan dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan Sekolah Rakyat yang membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sementara MBG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan di daerah.

“MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu,” katanya.

Meski demikian, Ujang mengingatkan pentingnya pengawasan dan perbaikan tata kelola agar seluruh program pemerintah berjalan efektif serta tepat sasaran.

Senada, pengamat ekonomi GREAT Institute sekaligus Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menilai penguatan ekonomi kerakyatan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pembangunan nasional di tengah ketidakpastian global.

“Program MBG juga menciptakan berbagai lapangan kerja dan banyak vendor kebutuhan pokok. Permintaan telur, ayam, daging, sayuran, dan bahan pangan lainnya akan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian, khususnya di pedesaan,” ujarnya.

Perdana juga melihat Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat distribusi kebutuhan pokok sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.

Ujang menegaskan keberhasilan pembangunan selanjutnya membutuhkan kerja sama pemerintah dan masyarakat, termasuk keterbukaan terhadap kritik konstruktif.

“Tentu tidak semua program pemerintah sempurna, pasti ada kekurangan, ada masalah, dan ada yang harus diperbaiki. Tetapi apa yang sudah ditanamkan oleh Pak Presiden selama dua tahun ini menjadi fondasi besar agar Indonesia bisa menjadi negara besar,” pungkasnya.**

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *