JAKARTA Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik melalui program biodiesel dan pengembangan bahan bakar berbasis nabati guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya kemandirian energi nasional di tengah situasi global yang sulit diprediksi.
Geopolitik dunia hari ini belum ada satu orang pun yang dapat meramalkan kapan selesai. Ramalan kita bahwa geopolitik ketegangan antara Iran, Amerika, Israel, dan sekarang masuk Houthi juga masuk ke Arab Saudi, ini akan semakin memperparah arus logistik dan ketahanan energi dunia, tuturnya.
Bahlil menyampaikan, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari (bph), sedangkan produksi minyak siap jual atau lifting domestik berada di kisaran 600.000 bph. Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih membutuhkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sekitar 23% pasokan minyak mentah Indonesia sebelumnya juga melintasi Selat Hormuz.
Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah mengandalkan program biodiesel 50% atau B50, yakni pencampuran 50% bahan bakar nabati Fatty Acid Methyl Esters (FAME) berbasis minyak sawit atau CPO ke dalam Solar.
Tetapi kita bersyukur untuk solar kita sudah mempunyai CPO yang kita jadikan FAME untuk menjadi B50. Jadi Solar kita tidak lagi impor, udah clear, tegasnya.
Selain Solar, pemerintah mendorong pengembangan bahan bakar berbasis etanol untuk menekan impor bensin. Konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik berkisar 18 juta hingga 19 juta kiloliter.
Pemerintah menyiapkan pengembangan mandatori campuran etanol hingga E50 secara bertahap mulai 2027, dengan bahan baku berupa tebu, singkong, dan jagung.
Kita mau dorong sampai dengan E50, belajar daripada solar yang B50, dari B10 sampai B50. Supaya apa? Ini bahan bakunya dari tebu, singkong, jagung, nah ini bisa membangun kawasan pertumbuhan ekonomi baru, tandasnya.
Melalui diversifikasi energi dan optimalisasi sumber daya domestik, pemerintah berupaya menjaga ketahanan pasokan BBM sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
![]()














Leave a Reply