Dua Tahun Prabowo-Gibran, Guru Besar UI Soroti Penguatan Ekonomi Inklusif

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Profesor Telisa Falianty menilai fondasi ekonomi nasional tetap terjaga. Namun, ia mengingatkan pertumbuhan harus semakin terasa melalui pekerjaan, harga kebutuhan yang terjangkau, dan peluang usaha.

“Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu bahkan lebih dari 5%,” kata Telisa, dalam sebuah dialog di stasiun televisi nasional, (24/9).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026. Inflasi tahunan Agustus tercatat 3,19 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka Februari berada di angka 4,68 persen.

Telisa menyebut stabilitas itu penting di tengah gangguan rantai pasok global. Dari sisi kesejahteraan, ia melihat kemiskinan cenderung menurun, meski perhatian terhadap kelompok menengah tetap diperlukan. BPS mencatat tingkat kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen. Rasio gini pada periode yang sama tercatat 0,368, naik tipis dari September 2025 tetapi lebih rendah dibanding Maret 2025.

“Saya melihat kebijakan pemerintah sudah mengarah ke penciptaan lapangan kerja dan investasi,” ujar Telisa.

Menurutnya, pemerintah telah berupaya menjaga daya beli dan keberlanjutan program prioritas. Tantangan berikutnya ialah memastikan manfaat kebijakan sampai ke masyarakat, terutama generasi muda yang mencari pekerjaan dan kelas menengah yang menghadapi tekanan biaya hidup. Baginya, ukuran keberhasilan berikutnya bukan hanya angka pertumbuhan, melainkan perbaikan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan besarnya minat terhadap program magang sebagai sinyal kebutuhan lapangan kerja. Karena itu, pengawasan pelaksanaan program perlu diperkuat bersama pemerintah daerah dan balai pelatihan. Telisa juga meminta pungutan liar yang menghambat perizinan dan usaha mikro, kecil, dan menengah ditindak.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI Fithra Faisal melihat investasi semakin berperan dalam pertumbuhan ekonomi. Konsumsi, menurut dia, masih tumbuh sekitar 5 persen, sementara investasi mulai memperkuat struktur pertumbuhan.

“Kita sudah ada perubahan struktur yang tadinya fokus ke konsumsi sekarang bergerak ke investasi,” kata Fithra.

Meski begitu, Fithra menekankan investasi harus membuka peluang kerja dan menekan kemiskinan di daerah tujuan. Ia menyebut industrialisasi sebagai jalan memperluas pekerjaan formal bagi kelas menengah. Menurutnya, belanja negara untuk pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pangan juga perlu memastikan hasil pertumbuhan kembali dirasakan masyarakat.

“Pemerintah hadir hari ini untuk memberikan paling banyak pada yang menerima paling sedikit,” ujarnya.**

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *