JAKARTA Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat respons positif dari mayoritas responden survei Parameter Politik Indonesia (PPI). Di tengah tantangan global, ketahanan ekonomi dan penguatan program prioritas menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan nasional.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 65,4 persen, berdasarkan gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan puas.
Jika digabungkan yang sangat puas dengan yang puas itu totalnya ada 65,4%, ujar Adi.
Survei PPI dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Sebanyak 32,5 persen responden menyatakan tidak puas, sedangkan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Sejumlah program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, bantuan sosial, dan layanan kesehatan, menjadi bagian dari kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperluas kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochammad Firman Hidayat menilai ketahanan ekonomi Indonesia patut diapresiasi di tengah tekanan global, mulai dari konflik geopolitik hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional.
Namun, ekonomi Indonesia terbukti resilien. Pertumbuhan tetap berada di atas lima persen, inflasi terjaga, dan sejumlah kebijakan seperti hilirisasi turut menjadi faktor pendorong ketahanan ekonomi nasional, jelas Firman.
Penguatan ekonomi rakyat juga menjadi perhatian Kepala Center of Food, Energy and Sustainability Development INDEF, Abra Talattov. Ia menilai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi memperkuat distribusi pangan, menyerap surplus produksi, serta menjaga stabilitas harga antardaerah.
Yang paling penting adalah bagaimana nanti KDMP ini bisa menjadi lembaga yang bisa menyeimbangkan antara daerah yang surplus dengan daerah yang kekurangan bahan pangan, ujar Abra dalam diskusi publik INDEF.
Menurut Abra, optimalisasi koperasi desa dapat memperpendek rantai pasok sekaligus menjaga harga yang wajar bagi konsumen dan produsen. Penguatan tersebut penting agar peningkatan produksi pangan turut memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan peternak.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, kepercayaan publik, ketahanan ekonomi, dan penguatan distribusi pangan menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan. Pemerintah diharapkan terus menyempurnakan program prioritas agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan manfaatnya dirasakan masyarakat. (*)
![]()









Leave a Reply