JAKARTA Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, sejumlah survei mencatat tingkat kepuasan dan kepercayaan publik yang tinggi terhadap kepemimpinan nasional. Hasil tersebut menjadi gambaran pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga kemandirian energi nasional.
Survei Arawicaksa Institute pada 38 Oktober 2026 mencatat 50,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah, termasuk 3,3 persen yang sangat puas. Dalam penilaian terhadap program pemerintah, swasembada pangan memperoleh skor 8,4 dari skala 10, mencerminkan perhatian responden terhadap agenda penguatan ketahanan pangan nasional.
Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa hasil survei tersebut memperlihatkan adanya kelompok masyarakat yang memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Temuan ini menjadi salah satu indikator untuk memahami respons publik terhadap kebijakan yang telah dijalankan.
Sementara itu, survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang dipublikasikan pada akhir September 2026 mencatat tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebesar 79,3 persen. Tingkat kepercayaan kepada Presiden mencapai 82,1 persen.
Direktur Eksekutif INES, Andri Gunawan, menjelaskan bahwa survei tersebut dilakukan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo.
Capaian positif ini menjadi indikator penting bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi harapan masyarakat, demikian pernyataan dalam publikasi hasil survei INES.
Di bidang energi, pemerintah juga mendorong pengembangan biodiesel B50, pembangunan jaringan gas, dan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi. Agenda tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tutuka Ariadji, menyoroti potensi pengembangan biodiesel sebagai wujud pemanfaatan kemampuan teknologi dan sumber daya alam Indonesia.
Presiden Prabowo mempunyai target tertinggi biodiesel di dunia, yaitu B50, ujar Tutuka, Selasa (13/10).
Menjelang dua tahun pemerintahan, berbagai hasil survei dan agenda strategis tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas. Konsistensi kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta manfaat nyata bagi masyarakat diharapkan terus menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.
(*/rls)
![]()













Leave a Reply