JAKARTA – Investasi nasional dinilai terus menunjukkan prospek positif dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pengembangan industri bernilai tambah. Konsistensi pemerintah dalam menciptakan iklim investasi juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan capaian investasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ia menilai target investasi yang ditetapkan pemerintah selama lima hingga delapan tahun terakhir secara umum mampu tercapai.
Kalau kita berbicara target, memang selama lima hingga delapan tahun terakhir, targetnya selalu tercapai. Kita melihat angkanya tahun 2026, investasi sudah terjadi sebesar Rp1.010 triliun. Artinya itu 49,5 persen dari target, yang menurut saya akhir tahun mendekati lebih 100 persen, kata Wijayanto.
Menurut dia, investasi memiliki kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi karena menghasilkan output sekaligus menggerakkan berbagai sektor pendukung. Dampaknya semakin besar ketika investasi masuk ke sektor dengan rantai pasok panjang, padat karya, serta mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja berkualitas.
Wijayanto menilai investasi juga perlu terus diarahkan untuk memperkuat industri lokal dan UMKM. Pengembangan manufaktur, perikanan, agroindustri, tekstil, elektronik, furnitur, hingga sektor produktif lainnya dapat memperluas aktivitas ekonomi di daerah sekaligus memperkuat fondasi industri nasional.
Ia juga menilai kebijakan hilirisasi perlu dilanjutkan secara konsisten hingga menghasilkan produk jadi. Menurutnya, pengolahan komoditas seperti nikel perlu dikembangkan lebih jauh sehingga Indonesia tidak hanya menghasilkan produk olahan, tetapi mampu memproduksi baterai hingga kendaraan listrik.
Hilirisasi ini hal yang sangat bagus. Hilirisasi harus ditekan ke bawah sampai betul-betul ke hilir, sampai produk jadi, ujarnya.
Selain industri, Wijayanto menyebut pariwisata sebagai sektor potensial untuk menggerakkan ekonomi lokal dan ekonomi kerakyatan. Penguatan sektor tersebut dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas manfaat investasi bagi masyarakat.
Ia menambahkan, investasi juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui royalti, pajak perusahaan, pajak penghasilan pekerja, dan penerimaan ekspor. Karena itu, perbaikan tata kelola menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat investasi semakin optimal bagi pembangunan nasional.
![]()














Leave a Reply