Jakarta – Pemerintah bersama ormas keagamaan dan kalangan buruh menyerukan persatuan dan perdamaian pasca aksi unjuk rasa yang belakangan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum. Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak untuk mengembalikan suasana bangsa tetap kondusif.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengungkapkan pertemuan Presiden Prabowo dengan 16 ormas keagamaan di Hambalang berlangsung hangat selama tiga jam. Menurutnya, seluruh pimpinan ormas sepakat untuk mendampingi pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.
Kami berdialog dari hati ke hati memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang, kata Gus Yahya.
Ia menegaskan, ormas keagamaan siap berada di garda terdepan bersama Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan bangsa.
Dan insyaallah bersama-sama Presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan dukungan dari para pemimpin umat, insyaallah bersama-sama kita bisa mengatasi apapun tantangan yang kita hadapi, ujarnya.
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa di Jakarta. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan sikap sabar, baik aparat maupun peserta aksi.
Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak, katanya. Ia menekankan agar perbedaan disalurkan secara damai demi menjaga persaudaraan.
Sementara itu, Muhammadiyah juga menyerukan agar aksi massa tidak lagi diwarnai kekerasan.
Semua pihak hendaknya mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dan modal membangun Indonesia. tulis Muhammadiyah dalam penyataan resminya.
Dukungan senada datang dari kalangan buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal, menilai aksi protes yang berubah menjadi anarkis harus dihentikan.
Menurut kami sudah tidak wajar lagi, sudah menjurus tindakan anarkis yang harus kita cegah bersama-sama, ucapnya.
Seruan dari tokoh agama dan buruh ini menjadi penegasan bahwa pemerintah bersama rakyat ingin menutup lembaran kerusuhan dengan mengedepankan dialog dan persatuan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.*
Leave a Reply